Sejarah KSP Kopdit Pintu Air

Sejarah panjang perjalanan KSP Kopdit Pintu Air berawal dan tercipta dari sebuah dusun kecil bernama dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebuah kampung kecil, tempat di mana Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air berada saat ini.

Pada tahun 1990-an, masyarakat di dusun Rotat mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak dari hasil kebun masyarakat setempat yang mengalami gagal panen. Saat itu banyak putra-putri di kampung ini yang juga akhirnya gagal melanjutkan sekolah atau drop out.

Kondisi ekonomi yang demikian sulit memaksa sebagian besar masyarakat terpaksa harus meminjam uang ke para rentenir, walau dengan bunga yang cukup tinggi untuk dapat meneruskan hidup dan terutama untuk dapat membiayai anak-anak mereka melanjutkan pendidikan.

Dalam perjalanan waktu, pilihan untuk meminjam uang ke rentenir ternyata bukan sebuah solusi yang tepat bagi masyarakat. Selain karena masyarakat setempat hidup dengan utang selilit pinggang, juga tidak ada perubahan yang signifikan secara ekonomi dalam kehidupan mereka. Masyarakat tetap miskin dan bahkan melarat.

Kondisi masyarakat yang demikian memprihatinkan memancing kepedulian Maria Densiana, seorang bidan desa dan juga beberapa orang lainnya, termasuk Bapak Yakobus Jano (Ketua KSP Kopdit Pintu Air saat ini) merasa terpanggil untuk membantu masyarakat setempat. Maria Densiana bersama Bapak Yakobus Jano dan beberapa orang lainnya memunculkan ide untuk membentuk sebuah Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP).

Ide untuk membentuk UBSP ini akhirnya terealisasi, yang mana UBSP ini terbentuk di rumah Bapak Wandelinus Jogo pada tanggal 01 April 1995. Tanggal inilah yang akhirnya sampai hari ini dikenang sebagai Hari Ulang Tahun KSP Kopdit Pintu Air.

Pada awal perjalanannya, UBSP tersebut beranggotakan 50 orang dan didampingi oleh salah satu LSM di Kabupaten Sikka, yaitu Yaspem (Yayasan Pembangunan Masyarakat). Dalam perjalanan waktu Yaspem menginginkan agar kelompok UBSP tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, namun para anggota menolaknya.
Selanjutnya, tepat pada tanggal 06 Agustus 1996 UBSP Pintu Air mendaftarkan diri menjadi calon anggota BK3D NTT–Timur (Sekarang Puskopdit Swadaya Utama Maumere) +/- selama 2 tahun.

Di bawah pimpinan Bapak Yakobus Jano, 50 orang anggota pertama ini terus berusaha dan bergiat dalam segala kondisi demi kemajuan bersama. Bahkan saat belum memiliki kantor, kala itu pertemuan bulanan dilakukan di bawah naungan pohon kakao.

“Dalam perjalanan, kita tidak memiliki kantor, sehingga kita pertemuan bulanan di bawah pohon kakao,” kenang Bapak Yakobus Jano dalam beberapa kesempatan.
Berkat kerja keras dan usaha pantang menyerah, dalam perjalanan waktu, KSP Kopdit Pintu Air akhirnya mendapat status badan hukum sebagai Koperasi Primer Kabupaten Sikka dengan Nomor Badan Hukum: 02/BH/DK-2/VIII/2004 tanggal 24 Agustus 2004. Kemudian pada Tahun 2012 berdasarkan keputusan rapat anggota maka dibuat Perubahan Anggaran Dasar (PAD) KSP Kopdit Pintu Air dari Primer Kabupaten Sikka menjadi Primer Provinsi NTT dengan Nomor Badan Hukum: 02/PAD/BH/XXIX/VIII/2012 tanggal 24 Agustus 2012. Berdasarkan SK Badan Hukum ini maka KSP Kopdit Pintu Air telah melebarkan sayapnya hingga ke seluruh wilayah Provinsi NTT.

Dari level Provinsi NTT, sepak terjang KSP Kopdit Pintu Air kemudian naik ke level nasional dengan memperoleh status sebagai koperasi primer nasional tertanggal 23 Oktober 2017 dengan nomor badan hukum nasional: 000920/Lap.PAD/Dep.1/II/2017.

Berstatus sebagai Koperasi Primer Nasional, kini KSP kopdit Pintu Air dapat membuka cabang di seluruh wilayah NKRI dan mendapat pembinaan langsung dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Tentunya dengan berbagai tawaran kemudahan lain yang diberikan. (*) 

Alamat Kantor Pusat

Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur

Kontak

Phone: 0812 3692 6859